Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Merawat Kucing dengan Benar: Panduan Lengkap (Gizi, Kesehatan, Vaksin, Perilaku, dan Pencegahan Penyakit)

Gambar
Memelihara kucing bukan sekadar memberi makan dan tempat tidur — ada banyak aspek penting yang menentukan kualitas hidup dan kesehatan si meong. Artikel ini merangkum panduan lengkap: mulai dari kebutuhan nutrisi, jadwal vaksinasi, tanda-tanda sakit yang harus diwaspadai, sampai pencegahan penyakit umum dan praktik perawatan sehari-hari. Semua poin disusun agar mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan oleh pemilik kucing baru maupun yang sudah berpengalaman. 1. Nutrisi: Dasar Kesehatan Kucing dimulai dari Makanan yang Tepat Kucing adalah karnivora obligat — berarti kebutuhan nutrisinya berbeda jauh dari anjing atau manusia. Mereka membutuhkan protein tinggi , asam amino esensial (seperti taurin), lemak, serta beberapa vitamin dan mineral dalam proporsi tertentu. Memberi makanan yang tepat adalah langkah pertama mencegah banyak masalah kesehatan. Sumber terpercaya merekomendasikan makanan komersial khusus kucing yang seimbang sebagai pilihan utama, kecuali diarahkan berbeda oleh...

Mitos vs Fakta tentang Kucing: Jangan Sampai Salah Kaprah!

Gambar
 Banyak anggapan yang berkembang di masyarakat tentang kucing—ada yang lucu, ada yang dipercayai secara turun-temurun, tapi sayangnya tidak semuanya benar. Berikut beberapa mitos umum tentang kucing dan fakta di baliknya agar kamu tidak salah kaprah saat memelihara atau berinteraksi dengan si meong. 1. Mitos: “Kucing selalu mendarat dengan kaki terlebih dahulu.” Fakta: Kucing memang memiliki kemampuan refleks “righting reflex” yang memungkinkan mereka berputar di udara agar mendarat dengan kaki terlebih dahulu, terutama dari ketinggian sedang. Namun kemampuan ini tidaklah sempurna. Jika jatuh dari ketinggian terlalu rendah, kondisi lingkungan yang licin atau sudut jatuh yang buruk, kucing bisa saja cedera meskipun berhasil “berbalik”. Blue Cross +2 4Paws Rescue Team +2 2. Mitos: “Kucing memiliki sembilan nyawa.” Fakta: Ini hanya mitos, tidak ada hewan yang memiliki banyak nyawa. Ungkapan ini muncul karena kemampuan kucing sering lolos dari situasi bahaya kecil, seperti jatu...

Cara Merawat Anak Kucing Yatim: Panduan dari Susu hingga Sosialisasi

Gambar
Cara Merawat Anak Kucing Yatim: Panduan dari Susu hingga Sosialisasi Menemukan anak kucing yang ditinggalkan atau yatim bisa membuat panik — tapi dengan tindakan cepat dan benar, kemungkinan besar Anda bisa menyelamatkannya. Berikut panduan praktis mulai dari pemberian susu, menjaga suhu tubuh, hingga tahap sosialisasi agar tumbuh menjadi kucing sehat dan ramah. 1. Siapkan pengganti susu yang tepat Jangan pernah memberi susu sapi atau susu formula manusia: itu dapat menyebabkan diare dan gangguan pencernaan. Gunakan kitten milk replacer (KMR) komersial yang diformulasikan untuk kebutuhan nutrisi anak kucing. Untuk pemberian, gunakan botol atau syringe khusus, dan perhatikan jumlah per makan agar tidak melebihi kapasitas lambung sesuai usia. Panduan volume dan frekuensi ada pada tabel kapasitas lambung untuk mencegah aspirasi atau muntah. Kitten Lady +1 2. Jadwal makan dan frekuensi Anak kucing neonatus (0–2 minggu) biasanya butuh diberi makan setiap 2–3 jam, termasuk malam hari....

Mengapa Kucing Perlu Scratching Post? Penjelasan Ilmiah dan Praktis

Gambar
 Kucing adalah makhluk dengan naluri alami yang kuat. Salah satu perilaku penting dan instingtif mereka adalah menggaruk, yang dalam dunia manusia seringkali dianggap masalah—terutama ketika furnitur menjadi korban. Tetapi ada banyak alasan ilmiah mengapa scratching post (tiang atau tempat menggaruk) bukan hanya “opsi”, melainkan kebutuhan. Ini dia penjelasan serta tips agar scratching post bisa efektif digunakan. 1. Fungsi Alami Scratching Perawatan cakar : Menggaruk membantu mengelupas lapisan luar kuku yang mati (nail sheath), sehingga kuku tetap tajam dan sehat. ScienceDirect +1 Peregangan otot dan tubuh : Gerakan menggaruk melibatkan lengan depan, punggung, dan otot tubuh lainnya; ini membantu menjaga fleksibilitas dan mencegah kekakuan otot. Appletons +2 petmate.com +2 Penandaan wilayah : Kucing meninggalkan jejak visual (goresan) dan kimiawi (feromon yang dari bantalan kaki) sebagai cara komunikasi antar kucing terkait wilayah atau eksistensi. PMC +1 2. Manfaa...

Penyakit Kulit pada Kucing: Jenis, Gejala, dan Cara Pencegahan

Gambar
 Kulit adalah organ terbesar pada kucing — tanda pertama ada yang tidak beres pada kucing sering terlihat pada kulit atau bulu. Banyak kondisi kulit yang umum terjadi pada kucing, mulai dari parasit hingga alergi atau infeksi, dan penanganannya akan berbeda-beda sesuai penyebabnya. Berikut ringkasan jenis-jenis penyakit kulit yang sering ditemui, gejala khas, dan langkah pencegahannya. 1. Parasit eksternal (kutu, tungau, dan kutu telinga) Parasit seperti kutu, tungau (mis. mange), dan tungau telinga sangat umum terutama pada kucing yang keluar rumah atau berinteraksi dengan kucing lain. Gejala: garukan berlebihan, area botak, kulit merah/berkerak, serta kotoran hitam di telinga (pada kasus kutu telinga). Penanganan: gunakan produk antiparasit yang direkomendasikan dokter hewan dan bersihkan lingkungan (kasur, kandang, karpet). Karena beberapa parasit mudah menyebar, obati semua hewan di rumah sekaligus. Fakultas Kedokteran Hewan Cornell +1 2. Ringworm (dermatophytosis) — jamur k...

Kucing Indoor vs Outdoor: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Gambar
Memutuskan membiarkan kucing keluar rumah atau menjaga mereka tetap di dalam adalah pilihan besar bagi pemilik. Kedua gaya hidup punya keuntungan dan risiko—artikel ini merangkum poin penting agar Anda bisa memilih yang terbaik untuk kucing dan lingkungan sekitar. Keuntungan kucing indoor Kucing yang tinggal di dalam rumah umumnya lebih terlindungi dari bahaya fisik dan penyakit. Mereka memiliki risiko lebih rendah terkena kecelakaan lalu lintas, serangan hewan lain, keracunan (mis. antifreeze atau racun tikus), serta penyakit menular seperti feline leukemia (FeLV) dan FIV. Secara umum, studi dan panduan kesehatan hewan menyarankan bahwa menjaga kucing sebagai indoor-only dapat meningkatkan harapan hidup dan mengurangi cedera serius. PMC +1 Risiko bagi kucing outdoor Kucing yang bebas berkeliaran menghadapi lebih banyak ancaman: tabrakan kendaraan, perkelahian dengan kucing lain (yang bisa menularkan luka terinfeksi atau virus), parasit eksternal (kutu, tungau), serta paparan rac...

Sterilisasi Kucing: Manfaat, Proses, dan Mitos yang Perlu Diluruskan

Gambar
Sterilisasi (spay untuk betina, neuter untuk jantan) adalah tindakan medis yang umum dilakukan untuk mencegah reproduksi kucing. Selain mencegah kelahiran anak kucing tak diinginkan, prosedur ini punya banyak manfaat kesehatan dan perilaku — namun juga dikelilingi oleh mitos. Berikut penjelasan singkat dan praktis yang bisa membantu pemilik kucing mengambil keputusan tepat. Manfaat Sterilisasi Sterilisasi mengurangi risiko beberapa penyakit serius. Pada betina, spay (pengangkatan ovarium dan/atau uterus) menurunkan peluang terjadinya pyometra (infeksi rahim) dan beberapa jenis kanker reproduksi, serta menurunkan risiko kanker payudara bila dilakukan sebelum siklus birahi pertama. Pada jantan, neuter mengurangi kecenderungan untuk bertengkar, menandai wilayah, dan meronta-rota mencari pasangan — sehingga risiko cedera atau penularan penyakit melalui gigitan berkurang. Selain manfaat individual, sterilisasi membantu mengendalikan populasi kucing jalanan yang sering berujung pada pende...

Cara Mengenali Kucing Sakit: 7 Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan

Gambar
 Kucing pintar menyembunyikan rasa sakit—itulah naluri mereka sebagai hewan predator dan sekaligus mangsa. Karena itu pemilik harus jeli memperhatikan perubahan kecil. Berikut tujuh gejala utama yang sering menandakan kucing sedang sakit, disertai penjelasan singkat apa yang perlu dilakukan. Vca +1 Perubahan Nafsu Makan (Makan Berkurang atau Tidak Mau Makan) Kucing yang tiba-tiba makan jauh lebih sedikit atau berhenti makan sama sekali berisiko cepat menjadi lemah dan dehidrasi. Penyebabnya bisa bermacam—mulai dari masalah gigi, infeksi, hingga gangguan pencernaan atau penyakit kronis. Jika tidak makan selama 24–48 jam, segera konsultasikan ke dokter hewan. PetMD Perubahan Kebiasaan Buang Air / Litter Box Sering atau sulit buang air kecil, darah dalam urin, atau diare berkepanjangan adalah tanda masalah serius (mis. infeksi saluran kemih, FLUTD, parasit). Periksa juga frekuensi dan konsistensi tinja/urin; catat untuk disampaikan ke vet saat pemeriksaan. Vca Lesu / Akti...